Tekpram

Sistem among.

1.      Sistem pendidikan dalam Gerakan Pramuka berlandaskan Sistem Among.
2.      Sistem Among merupakan proses pendidikan yang membentuk anggota Gerakan Pramuka berjiwa merdeka, disiplin, dan mandiri dalam kerangka saling ketergantungan antar manusia.
3.      Pendidikan Kepramukaan jika ditinjau dari hubungan antara anggota dewasa dengan anggota muda bersendikan Sistem Among.
4.      Sistem Among pada Gerakan Pramuka berarti mendidik anggota Gerakan Pramuka menjadi insan merdeka jasmani, rohani dan pikirannya, disertai rasa tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain.
5.      Sistem Among mewajibkan anggota Gerakan Pramuka melaksanakan prinsip-prinsip kepemimpinan sebagai berikut:
a.  Ing ngarso sung tulodo, maksudnya di depan menjadi teladan.
b.  Ing madya mangun karso, maksudnya di tengah membangun kemauan.
c.  Tut wuri handayani, maksudnya dari belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik kearah kemandiriaan.
6.      Dalam melaksanakan tugasnya anggota dewasa wajib bersikap dan berperilaku berdasarkan:
a.  kasih-sayang, kejujuran, keadilan, kepatutan, kesederhanaan, kesanggupan berkorban dan rasa kesetiakawanan sosial.
b.  Disiplin disertai inisiatif dan tanggung jawab terhadap diri sendiri, sesama manusia, negara dan bangsa, alam dan lingkungan hidup, serta bertanggung-jawab kedada Tuhan Yang Maha Esa.
7.      Hubungan anggota dewasa dengan anggota muda merupakan hubungan khas, yaitu setiap aggota dewasa wajib memperhatikan perkembangan anggota muda secara pribadi agar pembinaan yang dilakukan sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka.
8.      Anggota dewasa berupaya secara bertahap menyerahkan pimpinan kegiatan sebanyak mungkin kepada anggota muda, untuk selanjutnya anggota dewasa secara kemitraan memberi semangat, dorongan dan pengaruh yang baik.


SKU PENGGALANG

PANCASILA
1.    Ketuhanan Yang Maha Esa
2.    Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.    Persatuan Indonesia
4.    Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratn/perwakilan
5.    Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

TRISATYA
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
-      Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
-      Menolong sesama  hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
-      Menepati Dasadarma

DASA DARMA PRAMUKA
1.    Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.    Cinta alam dan kasih saying sesame manusia
3.    Patriot yang sopan dan kesatria
4.    Patuh dan suka bermusyawarah
5.     Rela menolong dan tabah
6.    Rajin trampil dan gembira.
7.    Hemat cermat dan bersahaja
8.    Disiplin, berani dan setia
9.    Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan







PENGGALANG RAMU

Tanggal
Paraf
1.    Selalu taat   menjalankan ibadah agamanya secara pribadi ataupun berjamaah
2.    Dapat mengetahui   dan menjelaskan hari - hari besar agamanya
3.    Dapat   menyebutkan agama-agama yang ada di Indonesia serta nama tempat ibadahnya.
4.    Islam
-      Dapat melakukan mandi wajib dan mengerti penyebabnya
-      Dapat melakukan sholat berjamaah
-      Dapat menghafal 5 macam doa harian dan 5 macam surat   - surat pendek.
Katholik
-      Dapat berdoa Rosario, dan tahu artinya
-      Telah mengikuti Misa Kudus dan menjadi putera altar   dan dapat menghias altar
-      Dapat menyanyikan tiga macam lagu Gerejani
Protestan
-       Dapat    menyanyikan beberapa nyanyian Gereja
-      Dapat menceritakan dua macam hikayat dari Alkitab
-      Dapat melakukan doa sederhana pada kesempatan   tertentu
-      Dapat menyebutkan hari-hari Raya Kristiani.
Hindu
-      Dapat melafalkan dan mengerti arti dari bait   masing-masing mantram puja Tri Sandhya dan melaksanakannya/praktik dalam   kehidupan sehari-hari
-      Dapat menyebutkan nama-nama para Maha Rsi penerima   Wahyu
-      Dapat menyebutkan nama-nama pura dalam cakupan Sad   Kahyangan
-      Dapat menyebutkan    tokoh-tokoh dalam epos cerita Mahabharata dan Ramayana
-      Dapat menguraikan arti dan makna  kata Tatwamsi
-      Dapat menguraikan dan menjelaskan fase kehidupan   dalam ajaran Catur Asrama
-     Dapat mempraktikkan    satu gerakan Yoga Asanas.
Buddha
-     Dapat menjelaskan arti/makna simbol yang terdapat di   Altar Buddha
-     Dapat menyanyikan lagu Pancasila Buddhis
-     Dapat melakukan dana paramita

5.    Dapat   menjelaskan tentang Emosi
6.    Dapat   menyampaikan pendapat dengan baik dalam suatu pertemuan Pasukan Penggalang.
7.    Dapat mengetahui   dan menjelaskan  manfaat dari   penghijauan
8.    Dapat mengetahui   dan memahami tentang hak perlindungan anak.
9.    Ikut serta dalam   kegiatan Perkemahan Penggalang sedikitnya 2 hari, sesuai dengan standar   perkemahan
10.  Dapat   menyebutkan tanda- tanda pengenal    Gerakan Pramuka sesuai dengan golongan dan tingkatannya
11.  Mengetahui nama   Ketua RT hingga Lurah atau setingkatnya di tempat tinggalnya.
12. Dapat mengetahui   dan menyebutkan Kode Kehormatan Pramuka Penggalang
13. Rajin dan giat   mengikuti latihan Pasukan Penggalang sekurang-kurangnya 8 kali latihan   berturut-turut
14. Tahu tentang   Salam Pramuka, Motto dan tahu arti Lambang Gerakan Pramuka.
15.  Dapat   menjelaskan sejarah dan kiasan warna serta cara menggunakan bendera merah   putih
16.  Dapat   menjelaskan sejarah dan kiasan warna serta cara menggunakan bendera merah   putih
17.  Dapat   menjelaskan tentang  lambang Negara RI
18.  Dapat   menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
19.  Telah menabung   secara rutin dan setia membayar uang iuran untuk regunya yang diperoleh dari   usahanya sendiri
20.  Dapat   menyebutkan  dan menjelaskan manfaat   sedikitnya 2 jenis alat teknologi informasi modern
21.  Mengenal dan   memilah sampah
22.  Dapat menjelaskan   teknik penjernihan air
23.  Dapat membuat   dan menggunakan simpul mati, simpul hidup, simpul anyam, simpul tiang, simpul   pangkal dan dapat menyusuk tali, membuat ikatan serta menyambung dua tongkat
24.  Dapat   menjelaskan kompas, menaksir tinggi dan lebar
25.  Mengenal   macam-macam sandi, isyarat morse dan semaphore
26.  Selalu   berpakaian rapi dan memelihara kesehatan dan kebersihan diri serta   lingkungannya
27.  Dapat   baris-berbaris
28.  Dapat   menjelaskan Sedikitnya 3 cabang olahraga dan dapat melakukan 2 jenis cabang   olah raga, salah satunya: olah raga Renang
29.  Mengetahui   adanya perbedaan perkembangan fisik tubuh
30.  Selalu melakukan   aktifitas fisik tiap hari sedikitnya 30 menit

PENGGALANG RAKIT
Tanggal
Paraf
1.          Selalu taat   menjalankan ibadah sesuai agamanya dan mengingatkan orang lain untuk   beribadah
2.          Telah mengikuti   acara-acara keagamaan sesuai dengan agamanya.
3.          Dapat   menjelaskan salah satu contoh bentuk toleransi antar umat beragama...
4.        Islam
-     Dapat menghafal dan menyebutkan 8 macam doa harian   dan 8 macam surat-surat pendek
-     Dapat menceriterakan sejarah Nabi Muhammad SAW
-     Selalu melaksanakan Shalat Jumat.
Katholik
-     Mengetahui siapa Kristus
-     Dapat berdoa dengan kata-katanya sendiri
-     Dapat menyanyikan lagu-lagu Gerejani
Protestan
-     Mengetahui makna doa
-     Dapat menguraikan beberapa nyanyian Gerejani yang   dikenal
-     Mengetahui pembagian Alkitab
-     Dapat menguraikan secara singkat isi dari dua buku di   dalam Perjanjian Baru.
Hindu
-     Dapat melafalkan dan memahami arti bait-bait  Puja Tri Sandya serta menjalankannya dalam   kehidupan sehari-harii
-     Dapat berperan aktif dalam setiap upacara/pelaksanaan   Panca Yadnya di masyarakat
-     Dapat menyebutkan dan memahami ajaran Catur Paramita
-     Dapat memahami dan mempraktikan ajaran Tatwamsi   seperti menerapkan sikap kasih sayang dalam kehidupan nyata, menolong mahluk   yang lemah, membantu yang terkena musibah, melestarikan suaka marga   satwa  dan menjaga lingkungan

-     Mempraktikan sikap hidup suka beramal/ berdana punia
-     Dapat melafalkan dan mengkidungkan salah satu bentuk   Dharma Gita
-     Dapat mempraktikkan minimal tiga gerakan Yoga Asanas
-     Dapat menarikan salah satu bentuk tarian sakral  keagamaan Hindu (misalnya: Tari Baris, Tari   Rejang, Tari Wayang Orang dan lain-lain.
Buddha
-     Dapat melakukan kebaktian baik perorangan maupun   bersama-sama
-     Dapat menyebutkan hari-hari raya Agama Buddh
-     Dapat melakukan sikap meditasi
-     Dapat menyanyikan lagu Aku Berlindung
-     Dapat melakukan dana paramita
5.    Dapat   mengendalikan emosi diri sendiri
6.    Menghargai   pendapat orang lain dalam pertemuan Pasukan Penggalang.
7.    Melakukan   kegiatan penghijauan di lingkungannya atau didaerah lainnya
8.    Dapat   menjelaskan tentang hak perlindungan anak.
9.    Ikut serta dalam   kegiatan Lomba Tingkat dan lomba-lomba Pramuka Penggalang, di gugusdepan dan   kwartir.
10.  Dapat menggunakan tanda pengenal Gerakan Pramuka   dengan benar.
11.  Dapat membuat struktur pemerintahan dari tingkat   kelurahan/setingkatnya hingga RT di tempat tinggalnya.
12.  Telah mengamalkan Kode Kehormatan Pramuka Penggalang
13.  Rajin dan giat mengikuti latihan Pasukan Penggalang   sekurang-kurangnya 10 kali latihan berturut-turut
14. Dapat melakukan Salam Pramuka secara tepat dan benar.
15. Dapat mengibarkan dan menurunkan bendera Sang Merah   Putih pada upacara pembukaan dan penutupan latihan
16. Dapat menyanyikan lagu Indonesia Raya bait ke-1 dan   bait ke-2 serta dapat memimpin lagu Indonesia Raya didepan pasukannya dengan   benar dan dapat menyanyikan 3 lagu wajib serta 2 macam lagu daerah tempat   tinggalnya serta 2 macam lagu daerah lainnya
17.  Dapat menjelaskan tentang  lambang Negara RI, kepada teman di regunya
18. Dapat berbahasa Indonesia yang baik dan benar dalam   pertemuan-pertemuan Penggalang
19. Telah memiliki buku tabungan dan aktif menabung dan   setia membayar uang iuran regunya dari hasil pendapatannya sendiri yang   diperoleh dari usahanya sendiri
20.  Dapat mengoperasikan dan merawat salah satu teknologi   informasi
21.  Dapat mengolah sampah
22.  Dapat melakukan proses penjernihan air
23. Dapat membuat beberapa jenis pioneering, seperti:
-      rak piring
-      meja makan
-      tiang jemuran
-      menara kaki tiga
24.  Dapat menggunakan kompas dan membuat peta pita,   manaksir kecepatan arus dan kedalaman
25.  Dapat membuat dan menerjemahkan sandi, menerima   berita dengan menggunakan bahasa morse dan semaphore
26.  Selalu berpakaian rapi  di setiap saat dan memelihara kesehatan dan   kebersihan diri dan lingkungannya
27.  Dapat memimpin regunya untuk baris berbaris
28.  Dapat melaksanakan olahraga beregu dan melakukan 3   jenis cabang olah raga serta tahu permainannya; salah satunya olah raga   renang.
29.  Dapat menjelaskan adanya perbedaan perkembangan fisik   tubuh  
30.  Selalu melakukan aktifitas fisik tiap hari sedikitnya   45 menit

PENGGALANG TERAP

Tanggal
Paraf
1.    Selalu taat   menjalankan ibadah sesuai agamanya dan mengajak orang lain untuk beribadah
2.    Berperan aktif   dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan baik dalam Gerakan Pramuka maupun di   masyarakat
3.    Dapat mengajak   teman/orang lain untuk berperilaku toleran antar umat beragama
4.    Islam
-     Dapat bertindak sebagai Imam dalam sholat berjamaah   di perkemahan
-     Dapat menghafal 10 macam doa harian dan hafal 10   macam surat pendek
-     Dapat memimpin doa.
-     Selalu melaksanakan Shalat berjamaah di Masjid
Katholik
-     Tahu arti Misa Kudus, dan bagian-bagiannya yang   penting
-     Tahu alat-alat Misa dan warna-warna Liturgi
-     Tahu hierarki Gereja
Protestan
-     Dapat memimpin beberapa nyanyian Gerejani dalam   pertemuan-pertemuan Penggalang
-     Dapat memimpin doa dalam pertemuan-pertemuan   Penggalang
-     Dapat menjelaskan    Hukum Kasih (Lukas 10 : 27 dan Matius 22 : 37-40)
-     Dapat Menjelaskan tentang dua belas pengakuan Iman   Rasuli.
Hindu
-     Dapat melafalkan dan memahami arti bait-bait dalam   matram Puja Tri Sandya serta dapat dan mampu memimpin pelaksanaan   persembahyangan
-     Dapat menyebutkan bagian-bagian kepemimpinan Hindu   dalam Asta Brata
-     Dapat memahami serta menerapkan Ajaran Tri Hita   Karana dalam kehidupan sehari hari
-     Dapat menjelaskan pengertian dan konsep ajaran Rwa   Bhineda
-     Dapat menguraikan dan memahami kaitan ajaran Catur   asrama dan catur Purusa Artha
-     Dapat mempraktikkan minimal lima gerakan Yoga Asanas
-     Dapat menarikan    lebih dari satu bentuk tarian    sakral keagamaan Hind
-     Dapat melafalkan dan mengkidungkan salah satu bentuk   Dharma Gita.
Buddha
-     Dapat melakukan kebaktian baik perorangan maupun   bersama-sama
-     Dapat melakukan meditasi
-     .Dapat menyanyikan lagu Malam Suci Waisak
-     Dapat    menyebutkan tempat-tempat suci Agama Buddha
-     Dapat menceritakan silsilah keluarga Pangeran   Sidharta Gotama
5.    Dapat   mengendalikan emosi teman sebayanya
6.    Dapat memimpin   pertemuan Pasukan Penggalang.
7.    Telah mengajak   teman sebaya /regunya untuk melakukan kegiatan penghijauan dan memelihara di   lingkungannya atau di daerah lain
8.    Dapat   mensosialisasikan kepada teman sebaya tentang hak perlindungan anak.
9.    Telah Ikut serta   dalam kegiatan Jambore  atau sejenisnya.
10. Dapat menjelaskan tanda- tanda pengenal  Gerakan pramuka.
11. Dapat menjelaskan tugas dan fungsi seorang Kepala   Desa/Lurah, Camat, Bupati/Walikota.
12.  Dapat mengajak anggota regu dan pasukannya untuk   senantiasa mengamalkan kode kehormatan Pramuka Penggalang
13.  Rajin dan giat mengikuti latihan pasukan Penggalang   sekurang-kurangnya 12 kali latihan berturut-turut
14.  Dapat menjelaskan dan cara menggunakan Salam Pramuka.
15.  Dapat mengibarkan dan menurunkan bendera sang merah   putih pada upacara hari-hari besar nasional atau sejenisnya
16.  Dapat memimpin lagu Indonesia Raya di depan orang   lain pada suatu upacara, dapat menyanyikan 4 judul lagu wajib dan 3 judul   lagu daerah tempat tingalnya serta 3 macam lagu daerah lainnya
17.  Dapat menjelaskan Lambang Negara RI di depan pasukan   atau teman sebayanya
18.  Dapat    menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam pertemuan   resmi.
19. Dapat menjelaskan manfaat menabung dan membayar uang   iuran kepada anggota regunya/pasukan serta mengajak untuk melakukan gemar   menabung
20. Dapat mengajarkan penggunaan teknologi informasi   sedikitnya 2 jenis kepada teman sebaya.
21. Ikut mensosialisasikan cara pengolahan sampah.
22. Dapat mensosialisaikan cara penjernihan air
23.  Dapat membuat pioneering::
-      Jembatan   sederhana
-      Menara pandang   sederhana
24.  Dapat membuat peta perjalanan, peta lapangan,  menjelaskan rumus menaksir: tinggi, lebar,   kecepatan dan kedalaman
25.  Dapat menerima dan mengirim berita dengan menggunakan   bendera morse dan semaphore serta dapat membuat sandi hasil kreasi pribadi   lengkap dengan kuncinya
26.  Selalu berpakaian rapi  di setiap saat dan menjadi contoh bagi   teman-temannya untuk memelihara kesehatan dan kebersihan diri dan   lingkungannya
27.  Dapat memimpin dan melatih baris berbaris di   pasukannya
28.  Dapat melaksanakan olahraga beregu dan melakukan 3   jenis cabang olah raga serta tahu aturan permainannya; salah satunya olah   raga renang
29.  Dapat mengatasi adanya perubahan perkembangan fisik   tubuh  
30.  Dapat menjelaskan manfaat dan melakukan aktifitas   fisik tiap hari sedikitnya 45 menit



SKU SIAGA

PANCASILA
1.     Ketuhanan Yang Maha Esa
2.     Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.     Persatuan Indonesia
4.     Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratn/perwakilan
5.     Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

DWISATYA
Demi kehormatanku akan berjanji akan bersunggung-sungguh:
-      Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Keatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga
-      Setiap hari berbuat kebaikan

DWIDARMA
1.     Siaga itu patuh pada ayah dan ibundanya
2.     Siaga itu berani dan tidak putus asa

SIAGA MULA
Tanggal
Paraf
1.        Islam
-     Dapat menyebutkan Rukun Iman dan Rukun Islam
-     Dapat mengucapkan Syahadat dan menyebutkan  artinya
-     Dapat menghafal Surat Al-Fatihah dan menyebutkan   artinya
-     Dapat menghafal Surat Al-Ikhlas dan menyebutkan   artinya
-     Telah mengetahui tatacara berwudhu beserta doanya
-     Dapat melaksanakan gerakan sholat
-     Dapat menghafal sedikitnya 3 do'a harian.
Katholik
-     Dapat membuat tanda salib
-     Dapat mengucapkan do'a harian dan menyanyikan tiga   buah lagu gereja
-     Dapat menerima dan mensyukuri keberadaan dirinya   sebagai ciptaan Allah, dan memberikan contoh-contohnya
-     Dapat mengasihi keluarganya
-     Dapat mengasihi teman, guru dan sesamanya baik di   gudep, disekolah dan di sekitarnya.
Protestan
-     Dapat menghafal Johanes 3:16 dan berdoa sederhana
-     Dapat mewujudkan ucapan syukur atas keberadaan   dirinya didunia ini sebagai ciptaan Allah,sedikitnya tiga hal
-     Dapat mengasihi keluarganya
-     Dapat mengasihi teman, guru dan sesamanya baik di   gudep, disekolah dan di sekitarnya
-     Telah Mengikuti sekolah minggu 4 kali berturut-turut.
Hindu
-     Dapat menunjukkan sikap Anjali serta dapat   mengucapkan salam Panganjali
-     Dapat memperagakan sikap /tatacara sembahyang
-     Dapat menyebutkan nama-nama bunga yang bisa dipakai   sembahyang
-     Dapat menyebutkan nama tempat suci untuk melaksanakan   sembahyang
-     Dapat menyebutkan    jam atau waktu untuk melaksanakan persembahyangan /Puja Tri Sandhya.
Buddha
-     Dapat mengucapkan salam Buddhis
-     Dapat bersikap Anjali.  3.Dapat melakukan Namaskara
2.     Dapat menghafal   Dwisatya dan Dwidarma
3.     Dapat   menyebutkan jenis-jenis Salam Pramuka.
4.     Telah memiliki   buku tabungan, sekurang - kurangnya dalam waktu 6 minggu terakhir.
5.     Setia membayar   uang iuran kepada gugusdepannya, sedapat-dapatnya dengan uang yang diperoleh   dari usahanya sendiri.
6.     Dapat   menyebutkan lambang Gerakan Pramuka
7.     Dapat   menyebutkan  salah satu seni budaya di   daerah tempat tinggalnya
8.     Selalu bersikap   hemat dan cermat dengan segala miliknya
9.     Dapat   menyebutkan identitas diri
10.   Dapat membedakan   perbuatan baik dan perbuatan buruk
11.   Rajin dan giat   mengikuti latihan Perindukan Siaga, sekurang-kurangnya 6 kali latihan   berturut-turut
12.   Dapat dengan   hafal menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di depan   perindukannya.
13.   Dapat   menyebutkan arti kiasan warna Sang Merah Putih
14.   Dapat menyebutkan   sedikitnya 3 hari besar nasional dan 3 hari besar keagamaan
15.   Dapat   menyebutkan sedikitnya 5 peraturan keluarga
16.   Dapat menyebutkan   sedikitnya 3 peraturan di lingkungannya
17.  Dapat   menyebutkan 2 macam adat/budaya di lingkungannya
18.   Dapat   menyampaikan ucapan dengan baik dan sopan serta hormat kepada orangtua,   sesama teman dan orang lain
19.   Dapat   menyebutkan nama dan alamat Ketua RT, Ketua RW, Lurah dan tokoh masyarakat di sekitar tempat tinggalnya
20.   Dapat   menyebutkan sila-sila Pancasila
21.   Dapat mengumpulkan   keterangan untuk memperoleh pertolongan pertama pada kecelakaan dan dapat menginformasikan kepada orang dewasa disekitarnya.
22.   Dapat membaca   jam digital dan analog
23.   Dapat menunjukan   4 arah mata angin
24.   Dapat berbahasa   Indonesia dalam mengikuti pertemuan-pertemuan Siaga
25.   Dapat   menyebutkan sedikitnya 2 macam alat komunikasi tradisional dan modern
26.  Dapat   menyebutkan  anggota tubuh
27.   Dapat   menyebutkan  gerakan dasar olah raga
28.   Dapat melipat   selimut dan merapikan tempat tidurnya
29.   Selalu berpakaian   rapih dan memelihara kebersihan pribadi
30.   Dapat   menjalankan latihan-latihan keseimbangan, dapat melempar dan menerima bola   dengan tangan kanan dan kiri sedikitnya 5 kali tangkapan.
31.   Dapat   menyebutkan makanan dan minuman yang bergizi (4 sehat 5 sempurna).
32.  Dapat memelihara   sedikitnya satu macam tanaman berguna, atau satu jenis binatang ternak,   selama kira-kira 1 bulan
33.   Dapat melipat   kertas yang dibentuk menyerupai pesawat, kapal, flora dan fauna
34.   Dapat membuat   simpul mati,simpul hidup, simpul anyam,simpul pangkal dan simpul jangkar.



SIAGA BANTU
Tanggal
Paraf
1.     Islam
-     Dapat melaksanakan Tayamum
-     Dapat melaksanakan sholat wajib
-     Dapat melaksanakan shalat berjamaah
-     Dapat menyebutkan Rasul-rasul  Allah
-     Dapat melafalkan Adzan dan Iqamah (untuk putra)
-     Dapat menghafal sedikitnya 6 do'a harian.
Katholik
-     Dapat mengucap doa harian dan menyanyikan tiga buah   lagu gereja
-     Dapat menyebutkan hikayat dari Alkitab
-     Dapat memberikan yang terbaik kepada keluarga
-     .Dapat memelihara salah satu ciptaan Allah.
Protestan
-     Dapat menyanyikan tiga nyanyian Kristen
-     .Hafal do'a Bapa kamil
-     Dapat menyebutkan hikayat dari Al Kitab sedikitnya  hikayat. 4.
-     Dapat memberikan yang terbaik kepada   keluarga
-     Dapat memelihara salah satu ciptaan Allah
-     Telah Mengikuti Sekolah Minggu 8 Kali   berturut-turut.
Hindu
-      Dapat menyebutkan nama  tempat-tempat suci untuk melaksanakan   persembahyangan
-     Dapat    mempraktikkan  tata cara   sembahyang dengan  doa Gayatri Mantram
-     Dapat menyebutkan nama-nama pura yang ada   disekitarnya
-     Dapat menyebutkan nama kitab suci agama Hindu
-     Dapat menyebutkan bagian Tri Kaya Parisudha
-     Dapat menyebutkan contoh-contoh perbuatan yang baik
-     Dapat membedakan perbuatan yang baik dan perbuatan   yang buruk.
Buddha
-     Dapat mengucapkan kata Buddha, Dharma, Sangha (Tri   Ratna)
-     Dapat melakukan sifat karuna (kasih sayang) kepada   semua makhluk
-     Dapat melakukan sikap berdoa
2.     Dapat   melaksanakan Dwisatya dan Dwidarma
3.     Dapat melakukan   Salam Pramuka dengan benar
4.     Telah memiliki   buku tabungan dan sudah menabung uang secara teratur dalam buku tabungannya   selama sekurang-kurangnya 8 minggu sejak menjadi Siaga Mula, seluruh atau   sebagian dari uang itu diperoleh dari usahanya sendiri.
5.     Setia membayar   uang iuran kepada gugusdepan dengan uang yang sebagian diperoleh dari   usahanya sendiri.
6.     Dapat menyebutkan   nama pencipta lambang Gerakan Pramuka
7.     Dapat   menyebutkan sedikitnya 5 macam seni budaya yang ada di Indonesia
8.     Untuk putri:   Dapat memasang buah baju dan menyalakan kompor dengan benar dan
        aman                                              
        Untuk putra : Dapat membuat hasta karya dengan dua macam bahan yang   berbeda
9.     Dapat   menyampaikan pendapatnya
10.   Dapat memperhatikan dan melaksanakan nasihat   Orangtua, Yanda dan Bunda serta gurunya
11.   Rajin dan giat mengikuti latihan perindukan sebagai   Siaga Mula sekurang-kurangnya 8 kali latihan
12.   Dapat menceritakan sejarah Lagu Kebangsaan Indonesia   Raya
13.   Dapat menceritakan sejarah bendera kebangsaan   Indonesia dan tahu sikap yang harus dilakukan pada waktu bendera kebangsaan   dikibarkan atau diturunkan  serta dapat   memelihara bendera kebangsaan
14.   Dapat menyebutkan sedikitnya 6 hari besar nasional   dan 5 orang nama pahlawan nasional
15.   Dapat melakukan peraturan keluarga,  barung, perindukan  dan sekolah
16.   Dapat melaksanakan peraturan di lingkungannya
17.   Dapat melaksanakan adat/budaya di lingkungannya
18.   Dapat menjadi contoh yang baik bagi temannya
19.   Dapat menyebutkan nama provinsi, ibukota provinsi dan   kepala daerahnya, nama negara, ibukota negara, kepala negara dan wakilnya.
20.   Dapat menyebutkan sila-sila Pancasila sesuai dengan   lambangnya
21.   Dapat mengumpulkan keterangan untuk memperoleh   pertolongan pertama pada kecelakaan dan dapat menginformasikan kepada petugas   Puskesmas/rumah sakit/polisi.
22.   Dapat meneyebutkan perbedaan jam digital dan analog   serta dapat memperkirakan waktu tanpa bantuan alat
23.   Dapat menunjukan 8 arah mata angin
24.   Dapat menyampaikan berita secara lisan dengan   menggunakan Bahasa Indonesia
25.   Dapat menggunakan atau mengoperasikan alat komunikasi   tradisional dan modern.
26.   Dapat menyebutkan    fungsi anggota tubuh 
27.   Dapat melakukan gerakan dasar olah raga
28.   Dapat mencuci, menjemur, melipat dan menyimpan   pakaiannya dengan rapi.
29.   Dapat memelihara kebersihan salah satu ruangan di   rumah, sekolah dan tempat ibadah atau tempat lainnya
30.   Dapat melakukan Senam Pramuka
31.   Dapat menunjukan bahan-bahan makanan yang bernilai   gizi
32.   Dapat memelihara sedikitnya satu macam tanaman   berguna, atau satu jenis binatang ternak, selama kira-kira 2 bulan
33.   Dapat membuat satu macam hasta karya dari barang bekas
34.   Dapat menggunakan simpul mati, simpul hidup, simpul   anyam, simpul pangkal dan simpul jangkar.

SIAGA TATA
Tanggal
Paraf
1.     Islam
-     Dapat membaca Al Quran dan mengetahui tanda bacanya
-     Dapat menyebutkan Asmaul Husna dan artinya
-     Dapat mengetahui dan menceritakan salah satu kisah   Rasul
-     Dapat menyebutkan 10 nama Malaikat dan tugasnya.
Katholik
-     Tahu doa Iman, doa harapan, doa cinta kasih dan doa   tobat
-     Telah mengikuti Misa Kudus dan tahu arti Konsekrasi
-     Dapat mengenal nama Pastor Paroki dan nama Uskup   setempat
-     Dapat menunjukan kemahakuasaan Allah
-     Dapat menunjukan tindakan manusia yang bergantung   kepada Allah.
Protestan
-     Dapat menghafal Lukas 10:27 (hukum  kasih)
-     Dapat mengucap dan mempergunakan doa sederhana pada   kesempatan tertentu
-     Dapat menunjukan kemahakuasaan Allah, sedikitnya 5   macam
-     Dapat menunjukan tindakan manusia yang bergantung   kepada Allah, sedikitnya 5 macam
-     Rajin mengikuti sekolah Minggu di gerejanya.
Hindu
-     Dapat menghapal bait bait  Puja Tri Sandya
-     Dapat menyebutkan    hari-hari suci agama Hindu
-     Dapat memahami perbedaan makna dari perayaan  hari-hari besar/suci agama  Hindu
-     Dapat menyebutkan    nama pura-pura besar di Indonesia
-     Dapat menyebutkan    bagian dari Panca Sradha
-     Dapat menyebutkan bagian dari Panca Yadnya
-     Dapat melakukan salah satu gerakan dalam Yoga Asanas
Buddha
-     Dapat melafalkan Paritta Namaskara
-     Dapat mengucapkan Paritta Vandana
-     Dapat mengucapkan Paritta Pancasila Buddhis (Bahasa   Indonesia)
2.     Dapat mengajak   temannya untuk mengamalkan Dwisatya dan Dwidarma
3.     Dapat   menjelaskan tentang Salam Pramuka kepada teman sebarungnya
4.     Telah memiliki   buku tabungan dan sudah menabung uang secara teratur dalam buku   tabungannya  selama sekurang-kurangnya   12 minggu sejak menjadi Siaga Bantu,    seluruh atau sebagian dari uang itu diperoleh dari usahanya sendiri.
5.     Setia membayar   uang iuran kepada gugusdepan dengan uang yang diperoleh dari usahanya   sendiri.
6.     Dapat   menyebutkan arti lambang Gerakan Pramuka
7.     Dapat   memperagakan satu macam kegiatan seni budaya asal daerahnya.
8.     Sudah memiliki sedikitnya   5  tanda kecakapan khusus
9.     Dapat   mengkritisi sesuatu masalah  dan  dapat bertanggungjawab
10.   Dapat menolong orang yang sedang menderita di   sekitarnya.
11.   Rajin dan giat mengikuti latihan perindukan sebagai   Siaga Bantu sekurang-kurangnya 12 kali latihan sebagai Siaga Bantu
12.   Dapat memperlihatkan sikap yang harus dilakukan jika   lagu kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada suatu upacara
13.   Dapat memperlihatkan cara mengibarkan dan menyimpan   bendera merah putih pada upacara pembukaan dan penutupan latihan.                          
14.   Dapat menyebutkan sedikitnya 7 hari besar nasional, 4   hari besar dunia  dan 10 nama   pahlawan nasional
15.   Dapat menyebutkan akibat melanggar peraturan di   keluarga, barung, perindukan dan sekolah
16.   Dapat menyebutkan akibat melanggar peraturan di   lingkungannya
17.   Dapat menyebutkan akibat melanggar adat/budaya di   lingkungannya
18.   Dapat mengajak temannya berkata dan melakukan   perbuatan  yang benar
19.   Dapat menyebutkan negara-negara ASEAN dan menunjukkan   bendera kebangsaannya
20.   Dapat menyebutkan perbuatan yang baik sesuai dengan   sila-sila Pancasila
21.   Dapat mengumpulkan keterangan untuk memperoleh   pertolongan pertama pada kecelakaan dan dapat menginformasikan kepada dokter,   rumah sakit, polisi dan keluarga korban.
22.   Dapat menceritakan dasar terjadinya  perbedaan waktu yang ada di Wilayah   Indonesia
23.   Dapat menunjuk 8 macam arah mata angin dengan   menggunakan kompas
24.   Dapat menulis surat kepada teman atau saudaranya   dengan menggunakan Bahasa Indonesia
25.   Dapat merawat    alat-alat teknologi dan komunikasi tradisional serta modern yang ada   di rumahnya
26.   Dapat memelihara    anggota tubuh   
27.  Dapat melakukan olah raga secara tim
28.  Dapat mencuci peralatan dapur
29.  Dapat memelihara kebersihan halaman di rumah, sekolah,   tempat ibadah atau di tempat lainnya.
30.   Dapat melakukan salah satu cabang olah raga atletik   atau salah satu gaya cabang olahraga renang
31.   Dapat menyebutkan 5 macam penyakit menular
32.   Dapat memelihara sedikitnya dua macam tanaman   berguna, atau satu jenis binatang ternak, selama kira-kira 4 bulan
33.   Dapat membuat 2 macam hasta karya dengan bahan yang   berbeda
34.   Dapat  membuat   sedikitnya 2 macam ikatan


        1. TATA UPACARA PEMBUKAAN LATIHAN SIAGA
Sebelum upacara dimulai Pembina perindukan(bunda/yanda) dibantu oleh pembatu Pembina (pak cik/bu cik) menyiapkan barung-barung Siaga untuk pemeriksaan sebelum upacara pembukaan latihan.  
Pemimpin barung menyiapkan barung masing-masing dibantu oleh wakil pimpinan barung.Setelah rapi pimpinan barung menempatkan diri dimuka barung-barungnya dan pembantu pimpinan barung di belakang barung nya.
Setelah semuanya rapi dan dalam keadaan siap untuk pemeriksaan, Yanda/bunda bersama bu cik dan pak cik mengadakan pemeriksaan kepada para siaga (kebersihan,kerapian,kedisplinan,dan sebagainya).Oleh Yanda /Bunda dirundingkan dengan  Pak Cik/Bu cik  untuk menunjuk pemimpin barung menjadi pimpnan upacara( sulung)
Setelah ditunjuk, pemimpin upacara (sulung) mengambil standar bendera dan menempatkannya di tengah- tengah lapangan upacara lengkap dengan teks pancasila dan dwi darma(boleh juga di ucapkan)
 PELAKSANAAN UPACARA
Pemimpin upacara (sulung) berdiri di depan standar bendera,kemudian melakukan pemanggilan siaga dengan seruan : “ Siagaaaaaaa…. !”
Siaga-siaga yang tersebar dan bergerombol di sekitar lapangan serentak menghadap suara yang memanggil, berdiri dengan sikap sempurna dan menjawab seruan tersebut dengan pendek,tegas dan tangkas: “Siaaap.  .  .  .  .!” Sejenak Pemimpn Upacara (sulung)  memandang keliling  kepada setiap anggota siaga. Setelah dilihatnya semua anggota menunggu perintah selanjutnya.
Pemimpin upacara (sulung) lalu mengangkat kedua tangannya ke atas kepala dan member isyarat untuk membuat lingkaran kecil, ialah dengan jalan mempertemukan kedua telunjuk dan kedua ibu jari.
Melihat isyarat itu,para Siaga lari dengan segera sambil  membuat lingkaran kecil, mensejajarkan lengan tangan yg satu dengan yang lain atau menyilangkan tangan kanannya dan tangan kiri di sampingnya dan sambung menyambung hingga lingkaran menjadi bulat. Kalau lingkaran sudah baik dan bulat benar dengan titik pusat  standar bendera maka,
Pemimpin upacara( sulung) merobah aba –aba untuk membuat lingkaran besar dengan cara mempertemukan ujung jari tengah kenannya dengan  ujung jari tengah kirinya di atas kepala. Melihat isyarat itu, para siaga segera merobah lingkaran kecil  menjadi lingkaran besar dengan cara setiap siaga mundur beberapa  langakah dan merobah pegangannya sampai terentang
Pemimpin upacara(sulung) tidak menurunkan tangannya sebelum lingkaran bulat benar dengan standar bendra sebagai titik pusat.
Pemimpin upacara(sulung) perlahan – lahan  memutar badannya dan berhenti dihadapan Siaga yang menyebabkan lingkaran tidak bulat, dan memberi tahu harus maju dan mundur sedikit.Perindukan Siaga yang sudah terlatih baik, lingkarannya akan cepat bulat.
Pemimpin Upacara(Sulung)  lalu menurunkan tangannya kembali ke sikap sempurna yang segera diikuti oleh seluruh peserta upacara. Kegiatan selanjutnya, Pemimpin upacara(sulung) segera  berjalan cepat setengah belari keluar dari lingkaran melalui pintu yang dibukaka oleh barungnya dengan cara Wakil pimpinan barung yang menempati  tempat pemimpin barung bergeser selangkah ke kiri.
 Ia berjalan menuju pembina siaga.Berdiri tegak dan memberi hormat dengan tertib. Kemidian melaporkan: “Yanda! Perindukan telah siap untuk upacara pembukaan!”. Pembina Siaga(yanda/bunda) menjawab: “Terimakasih nanda, mari kita buka bersama!”.
Pembina siaga(yanda/bunda) menggandeng tangan kiri  pemimpin upacara (sulung) menuju lingkaran siaga, melalui pintu menuju ke standar bendera.
Pemimpin upacara (sulung)  berdiri di depan standar membelakangi pintu masuk. Pembiana siaga(yanda/bunda) juga berdiri di depan standar  menghadap pintu ( pembiana siaga dan pemimpin upacara atau sulung saling berhadapan). Bersama dengan itu para pembatu Pembina (pak cik, bu cik) memasuki lingkaran di sela – sela barung.
SELANJUTNYA!
Pembina Siaga(yanda/bunda) mengatakan: “ Sulung ambil Pusaka Perindukan kita (bendera merah putih)”,
Sulung menjawab : “ Siap bunda!”. Pemimpin upaca (sulung) balik kanan berjalan menuju standar tempat puasaka perindukan di letakan dan mengambilnya, menguraikannya (mengkibarkan bendera) kemudian dangan langkah tegap menuju ke dalam lingkaran melalui pintu masuk.
Tepat di pintu masuk pemimpin upacara (sulung) berhenti sejenak, pemimpin upacara(yanda/bunda) memberi hormat dan di ikuti oleh seluruh pesrta upacara. Pemimpin upacara (sulung ) menuju ketengah lingkaran dan menempatkan “pusaka perindukan “ ke dalam standar, pemimpin upacara(sulung) mundur dua langkah dan memberi hormat. Pembina siaga(yanda/bunda) menurunkan tangannya dan diikuti oleh seluruh pesrta upacara.
Pembina siaga(yanda/bunda) mengambil naskah PANCASILA untuk dibacakan dan diikuti oleh seluruh pesrta upacara, setelah selesai meletakan kembali di standar.
Pembina siaga(yanda/bunda) mengatakan “ sulung bacakan DWI DARMA”,
Pemimpin upaca(sulung) mengatakan “ siap Bunda?”, kemudian sulung mengambil teks naskah Dwi Darma.yang telah di letakan di standar  dan membacanya yang diikuti oleh seluruh anggota siaga dengan suara keras (Pancasila dan Dwi Darma dapat juga di ucapkan).
Pemimpin Upacara (sulung):”Dwi Darma”
Anggota siaga menjawab:”Dwi Darma”
Pemimpin Upacara (sulung) :”Siaga itu menurut Ayah dan Ibundanya”
Anggota Siaga menjawab:”Kami menurut Ayah dan Ibunda kami”
Pemimpin Upacara (sulung):”Siaga itu berani dan tidak putus asa”
Anggota siaga menjawab :”Kami berani dan tidak putus asa”.
Sulung meletakan kembali teks Dwi Darma di standar. Kemudian, Pemimpin upacara(sulung) melaporkan upacara telah selesai.
Pemimpin Upacara( sulung):” Bunda/yanda upacara pembukaan telah selesai dilaksanakan”.
Pembina siaga(yanda/bunda) kemudian menyuruh  pemimpin upacara (sulung) kembali kebarungnya.
Pembina siaga(yanda/bunda)      :” Sulung kembali ke barung mu”
Pemimpin upacara( sulung)   : “Siap bunda”,
sulung balik kanan dan menuju barungnya, kemudian wakil pemimpin barung balik kanan dan pindah di paling akhir barungnya.
 Setelah itu Pembina siaga(yanda/bunda) memberi pengarahan kepada peserta upacara (anggota siaga) secara otomatis seluruh pesrta upacara juga istrirahat di tempat. Dan setelah itu Pembina siaga(yanda/bunda) mempin Do’a yang diikuti oleh peserta siaga (Do’a dibimbing oleh  Pembina siaga). Do’a singkat dan padat, misal “ ya Allah ya Tuhan  kami ampunilah dosa kami dan kedua orang tua kami, Ya Allah berikanlah kami kesehatan agar kami dapat mengikuti latihan ini dengan sebaik- baiknya dan bermanfaat buat kami”,Amin. Setelah do’a selesai maka upacara pembukaan selesai dan diteruskan dengan kegiatan, yang di pimpin oleh pak cik dan bu cik. Pak cik dan Bu cik  memanggil perindukan di pinggir lapangan upacara.
SELESAI.




2.  UPACARA PENUTUPAN LATIHAN
Lima menit sebelum upacara penutupan latihan dimulai semua kegiatan dihentikan. Usahakan agar kegiatan dihentikan pada titik optimal sehingga mereka masih berkeinginan untuk mengikuti latihan minggu depan.Kemudian suruhla para siaga untuk merapikan pakaian, agar pada mengikuti upacara para siaga rapi seperti saat upacara pembukaan.
PELAKSAAN UPACARA PENUTUPAN
Pemimpin upacara (sulung) memanggil anggota siaga dengan seruan:”S i a g a a a a! ! ! 3x.
Anggota Siaga menjawab:” S i a  a a a p! ! !
Setelah ada isarat tangan , mereka berlai mengelilingi pemimpin upacara(sulung). Lingkaran rapi pemimpin upacara (sulung) merobah aba-aba ke lingkaran besar,melihat isarat itu para siaga segera merobah lingkaran kecil menjadi lingkaran besar. Setelah rapi pemimpin upacara(sulung) menurunkan tanganya dan diikuti oleh peserta upacara.
Pemimpin Upacara keluar lingkaran melalui pintu dan melapor kepada Pembina siaga(yanda/bunda).
Pemimpin Upacara(sulung)       :”yanda/bunda perindukan siap untuk upacara penutupan’’
Pembina siaga(yanda/bunda) menjawab:”terimakasih, mari upacara kita tutup bersama”
Pembina siaga(yanda/bunda) menggandeng sulung dan berjalan memasuki lingkaran,  sulung berdiri didepan standar membelakangi pintu, sedang yanda/bunda berdiri di depan standar menghadap pintu(saling berhadapan). Para pembantu Pembina (pak cik/bu cik) berdiri di sela- sela anggota siaga dalam lingkaran.Pembina Siaga (yanda/Bunda ) menyuruh pemimpin upacara(sulung) untuk mengembalikan pusaka perindukan.
Pembina upacara (yanda/bunda):’’ Sulung kembalikan pusaka prindukan kita (bendera merah putih)”,
Pemimpin upacara(sulung)          :’’ Siap yanda/bunda”,
Pemimpin Upacara(sulung) dengan sikap sempurna memberikan hormat kepada bendera di ikuti oleh seluruh peserta upacara. Peserta tetap memberikan hormat, sulung kemudian membawa pusaka perindukan dan mengelilingi standar searah jarum jam. Pusaka perindukan terus di bawa keluar lingkaran, sampai di pintu pemimpin upacara(sulung) berhenti sejenak dan Pembina Upacara menurukan tangan di ikuti oleh seluruh peserta upacara. Sulung trerus berjalan dan meletakan pusaka perindukan di standar yang berada di luar lingkaran.Sulung kembali kedalam lingkaran, kemudian sulung melapor kepada Pembina siaga(yanda/bunda) upacara telah selesai.
Pemimpin Upacara(sulung)           :”yanda/bunda upacara penutupan siaga telah selesai di laksanakan”
Pembina siaga(yanda/bunda) menjawab :’’kembali kebarungmu”,
Sulungpun balik kanan menuju kebarungnya.pembina upacara(yanda/bunda)memberikan arahan (secara otomatis tanpa aba-aba Pembina istirahat ditempat, peserta juga istirahat ditempat juga). Dalam arahan hendaknya Pembina upacara(yada/bunda)menyampaikan pengumuman dan pesan-pesan. pembantu Pembina mengumumkan barung yang juara dan pemimpin barung tergit pada latihan itu.
Selesai arahan, Pembina siaga (yanda/bunda) memimpin do’a, (do’a jangan terlalu panjang),do’a dibimbing oleh Pembina siaga Misal:’’ Ya Allah Yatuhan kami ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami.ya  Allah berikanlah kami kesehatan dan keselamatan dalam perjalanan pulang”. Amin.
Selesai do’a Pembantu Pembina(pak cik/ bu cik) masuk kedalam lingkaran berdiri di samping Pembina siaga(yanda/bunda), anggota siaga sebelum pulang bersalaman dengan Pembina siaga(yanda/bunda), pak cik/bu cik sambil menyanyikan lagu gelang sipatu gelang. 
Sayonara.


                                            

















 3  MENERIMA CALON SIAGA
Sebagai calon siaga tidak begitu saja masuk tanpa melalui upacara. Penarimaan calon siaga dan pelantikan selalu di lakukan setelah upacara pembukaan dan sebelum latiahan di mulai. Setelah yanda/bunda berdoa pada upacara pembukaan latihan,Pembina siaga(Yanda/bunda) mengumumkan,bahwa ada anak baru yang ingin masuk menjadi siaga.
Pembina siaga(yanda/bunda):”nanda semua, hari ini perindauka kita ada anak baru yang akan      ikut dalam latihan siaga”
Pembiana siaga(yanda/bunda) memanggilanak yang sejak tadi menunggu. Setelah anak itu tersebu masuk ke dalam lingkaran perndukansiaga,
Pembina siaga(yanda/bunda) mengatakan:” nanda semua ini adalah anak baru yang ingin masuk dalam perindukan siaga”. Coba sebutkan namamu nanda?”.
Calon siaga:” pipit . . . . , Yanda!”.
Pembina sebenarnya telah mengetahui nama maupun tempat tinggalnya, namun dalam upacara sebaiknya ditanya hal-hal tersebut. Marilah  kita sambut anak baru ini dengan nyanyian : “ aku dapat teman baru” atau lagu lainya”Selamat dating kawan”.

SELAMAT DATANG













Pembina Upacara meminta kepada pipit unuk memperkenalkan dirinya kepada seluruh perindukan siaga. Pembina siaga(yanda/bunda) mengadakan Tanya jawab yang isinya antara lain.
Yanda/bunda:”Pipit, apakah diantara anak-anak ini ada yang sudah kamu kenal?”
                        Coba sebutkan ! siap-siapa yang sudah kamu  kenal.
Pipit :” Rani, Hasan, marni, dan . . . . .  .  murni dan deva’’.
Yanda setelah berunding dengan pak cik dan bu cik memutuskan meletak barung yang mana  untuk Pipit.
Yanda/bunda:” Nah Pipit, engkau masuk ke dalam barung merah”, barung Murni.
 Pimpinan barung Murni, bawa pipit, ke dalam barungmu dan pekenalkan dengan teman- teman di barungmu.
Pemimpin barung Murni menerima Pipit dan memperkenalkannya kepada seluruh anggota barungnya. Upacara penerimaan anggota barupun selesai.
 

                                   















 4.   PELANTIKAN calon siaga ke SIAGA MULA    
Seorang calon siaga  apabila sudah memenuhi ketentuan dan persaratan (sudah selesai menguji SKU) maka ia dapat di lantik sebagai siaga mula. Pelantikan dilakukan pada akhir upacara pembukaan, pada saat yanda/bunda memberikan arahan dan sebelum doa.
Pada upacara pembukaan, setelah Pemimpin upacara(sulung) selesai membacakan Dwi Darma siaga, dan dimintakan kembali ke barugnya, pembina siaga(yanda/bunda) mengumumkan adanya kawan calon siaga yang akan dilantik menjadi Siaga Mula.
Pembina siaga(yanda/bunda):”sesuai dengan janji yanda/bunda hari ini adalah hari yang   bahagia,karena minggu lalu diantra kawan-kawanmu telah menyelesaikan SKU-nya dan hari ini siap untuk dilantik.
Pak cik/bu cik masuk membawa penampan berisi kelengkapan pelantikan seperti: kacu, baret, dan tanda pelantikan siaga mula.
Pembina siaga(yanda/bunda)  :”Pimpinan barung . . . . . . . . . . .(sebutkan nama barungnya) antar temanmu yang akan di lantik ke hadapan yanda/bunda.Pimpinan barung . . . . . . . . mengantarkan temannya yang akan dilantikdekat pusaka perindukan di hadapan yanda/bunda.dan menyarahkan ka pada yanda/bunda.
Pimpinan barung . . . . . . . . . .:”saya hadapkan calon siaga  . . . . . . .(nama) siap untuk di lantik
Pembina siaga(yanda/bunda):”. . . .(nama calon siaga) masih ingatkah engkau akan lagu kebangsaan Indonesia Raya?”.
Calon Siaga                              :”Masih ingat yanda”,
Yanda/bunda                            :”Hapal kah engkau akan Dwai Darma?”,
Calon siaga                              :”Hapal Yanda”,
Yanda/bunda                           :”Coba ucapkan”,
Calon siaga                              :”Dwi Darma; -Siaga itu menurut ayah dan bundanya
                                                                        -Siaga itu berani dan tidak putus asa”.
Setelah mengucapkan Dwi Darma Yanda/bunda mengajak calon siaga berdoa.seraya  menundukan kepala. Setelah berdoa calon siaga untuk maju selangkah mendekati pusaka perindukan (sang merah putih). Pada saat pengucapan janji bagi yang belum dilantik tidak memberikan hormat berdiri siap dengan sikap sempurna. Bagi yang sudah dilantik maju satu langkah dan memberikan hormat( maksudnya dia sudah siaga mula, bantu, dan tata).
Yanda/bunda mengadakan dialog dengan dengan calon siaga sebelum pelantikan.
Yanda/bunda                :’’. . . .(nama calon siaga) adakah yang memaksamu untuk menjadi siaga”,
Calon siaga                 :”Tidak ada yang memasa yanda/bunda
Yanda/bunda                 :”Sanggupkah engkau secara sukarela mengucapkan janji,yang disaksikan oleh        kawan-kawanmu,Yanda/bunda, pak cik, bu cik, dan kedu orang tuamu?”.  
Calon siaga                   :”Sanggup Yanda”.
Selanjutnya Yanda/bunda mengambil ujung pusaka perindukan (bendera merah putih)dengan tangan kanan dan berkata :”  . . . .(nama calon siaga) letakan tangan kanan mu diatas di atas tangan Yanda/bunda dan ikuti apa yang Yanda/bunda ucapkan”.
Calon Siaga                 :’’ Siap yanda/bunda”.
Yanda/bunda              :” Dwisatya”,(tangan calon siaga langsung di balik di bawah tangan yanda bunda)
Calon siaga                 :” Dwisatya”,
 Yanda/bunda             :”Demi kehormatanku”,
Calon siaga                 :”Demi kehormatanku”,
Yanda/bunda              :”Aku berjanji akan bersungguh-sunguh”
Calon siaga                 :”Aku berjanji akan bersungguh-sunguh”
Yanda/bunda              :”Menjalan kewajibanku terhadap tuhan”,
Calon siaga                 :”Menjalan kewajibanku terhadap tuhan”,
Yanda/bunda              :”Negara kesatuan Republik Indonesia”,
Calon siaga                :”Negara kesatuan Republik Indonesia”,
Yanda/bunda             :”Dan menurut aturan keluarga”,
Calon siaga                :”Dan menurut aturan keluarga”,
Yanda/bunda             :”Setiap hari berbuat kebaikan”,
Calon siaga                :”Setiap hari berbuat kebaikan”,
Selesai pengucapan janji Yanda/bunda melepaskan tangan yang baru dilantik. Yang memberikan penghormatan  menurunkan tangannya  dan mundur satu langkah kembali seperti semula.Dalam pelantikan paling banyak hanya 3 orang. Kemudian  Yanda/bunda mengambil tanda pelantikan herupa setangen leher/kacu, yang sudah disiapkan oleh pak cik/bu cik dan memasangkannya pada siaga yang baru dilantik. Dan mengatakan pesan-pesan missal: “Yanda/bunda kalungkan warna pusaka perindukan(warna merah putih) di lehermu agar engkau selalu selu menjunjung tinggi Pusaka Perindukan yang menjadi Pusaka seluruh Bangsa Indonesia. Berusahalah selalu memenuhi janjimu”.
Berikutnya Pak cik/bu cik memasangkan topi/baret dan juga memberilkan pesan-pesan misalnya:” Pak cik/bu cik pasangkan topi/baret ini sebagai tutup kepala ini bukan sekedar melindungi dari panas matahari tapi berusahala untuk melindungi adik- adikmu dan orang-orang yang lemah maupun mahluk lainnya.
Selanjutnya orang tuanya yang sdh di undang untuk memasangkan tanda pelantikan “Siaga mula”, dan juga memberikan pesan-pesan. Misal:” Anakku ibu bangga bahwa engkau telah di lantik sebagai siaga mula dan engkau berjanji akan selalu menurut aturan keluarga dan selalu berbuat kebaikan.Tepatilah dan laksanakan janjimu itu sebaik-baiknya, Anakku. . .!”. (dalam penyematan tanda pelantiakan, stangen leher atau kacu,topi, dan tanda barung dapat juga dilakukan oleh pembina upacara yanda/bunda)
Terakhir pemimpin barung menyematkan tanda barung kepada anggota barungnya yang baru di lantik. Kemudian Yanda /bunda, pak cik/bu cik, orang tua memberikan ucapan selamat dikuti oleh semua teman –temanya. Selesai member selamat Yanda/bunda menyuruh pemimpi barung membawa temanya yang baru dilantik untuk kembali ke barungnya.Saat kembali ke barungnya di sambut denagan lagu.”ALANGKAH GAGAHNYA”.  Di tutup dengan doa yang di bawakan Yanda/bunda.(doa jangan terlalu panjang). Dan di lanjutkan dengan kegiatan latihan hari itu.


                               
                                                                                  










5.UPACARA KENAIKAN TINGKAT KE SIAGA BANTU
Upacara pelantikan dilakukan setelah selesai upacara pembukaan latihan. Sebagaimana dilakukan dalam upacara pelantikan siaga mula, Maka pelantikan siaga mula ini pun di lakukan setalah upacara pembukaan. Setelah membacakan Dwi Darma dan pemimpin upacara(sulung) diminta kembali kebarungnya,maka Yanda/bunda dengat singkat menjelaskan bahwa hari ini ada temannya yang akan di lantik menjadi siaga bantu.
Kalau untuk pelantikan siaga mula, calon di antar oleh pemimpin barungnya dan di serahkan oleh Yanda/bunda, maka untuk pelantikan siaga Bantu, Nanda tidak di antar Yanda/bunda memanggil calon siaga bantu menuju   ke depan dan berdiri berhadapan dengan Yanda/bunda dengan pusak pirindukan(bendera Merah Putih). Tanya jawab singkatpun dilakukan mengenai hal-hal yang berkenaan dengan ketentuan Siaga Bantu.
Yanda/bunda    :” Andi apakah hari ini kamu sudah menyelesaikan ujian-ujian untuk siaga bantu”
Calon siaga bantu:”Sudah selesai semua Yanda/bunda”
Yanda/bunda        :”Bagus sekali”,
Yanda/bunda        :”Apakah kamu hari ini juga kamu naik kelas”,
Calon siaga bantu:”Naik kelas Yanda/bunda”,
Yanda/bunda        :”Ya bagus sekali”.
Pertanya lain  juga berhubungan dengan SKU dan kemajuan yang lainnya.
Selanjutnya Yanda/bunda meminta agar Calon siaga Bantu  berdoa menurut agamanya.Lalu Yanda/bunda melantiknya seperti  pelantikan Siaga Mula.(prosesnya sama dengan pelantikan siaga mula) pemasangan tanda pelantikan dilakukan oleh Yanda/bunda, dengan kata pujian dan dorongan. Setelah semaunya memberi selamat kepada yang dilantik  Yanda/bunda menyuruh  Siaga bantu kembali ke barungnya. Teman-teman yang lain menyambut denga nyanyian “ALANGKAH GAGAHNYA”.
Selanjutnya berdoa sebagai penutup. Doa dipimpin oleh Yanda/bunda. Upacara pembukaan dan pelantikan pun selesai.
                                                                                                                                 
                     




 6.UPACARA KENAIKAN TINGKAT KE SIAGA TATA

Pelantikan siaga tata adalah sama dengan pelantikan siaga bantu. Kenaikan tingkat menjadi siaga tata dilakukan pada uapara pembukaan latihan siaga, setelah pembacaan Dwi Darma dan pemimpin Upacara(sulung) kembali ke barungnya. Pada saat pelantikan calon siaga tata tidak lagi di antar oleh pemimpin upacara(sulung) tetapi di penggil oleh Pembina siaga(Yanda/bunda). Pelantiakan dapat juga di hadirkan orangtuanya. 
Upacara kenaikan tingkat adalah sebagai berikut. Selesai upacara pembukaan sebelum  doa Yanda/bunda memberitahukan semua siaga bahwa ada temanmu yang akan di lantik menjadi siaga tata,karena ia sudah memenuhi SKU-nya,kemudian Yanda/bunda memanggil calon siaga tata kedepan pusaka perindukan dan berhadapan dengan Pembina siaga(Yanda/bunda).Tanya jawab mengenai SKU Siaga tata pun dilakukan antara yanda/bunda, dilanjutkan dengan ulang janji. Caranya sama dengan pelantikan siaga bantu yaitu bunda memeggang ujung pusaka dan calon siaga tata meletakan diatas tangan yanda/buada, selesai ucapan ulang janji, Yanda/bunda menyematkan tanda kenaikan tingkat siaga tata. Pembina siaga(yanda/bunda),pak cik/ bu cik, orang tua,dan teman-teman memberikan selamat. Selesai itu siaga tata kembali ke barungnya dan di sambut dengan lagu “ALANGKAH GAGAHNYA”. Dilanjutkan dengan dengan doa yang di pimpin oleh Yanda/bunda. Selesai upacara pelantikan kegiatan latihan rutin pun di mulai.
Kehadiran orang tua adalah untuk menyaksikan dan juga diharapkan ikut mengawasi sikap dan tingkah laku anaknya dalam kehidupan sehari-hari.
                                                                                   











7.UPACARA PINDAH GOLONGAN DARI SIAGA KE PENGGALANG
 
Upacara pindah golongan, dari siaga ke golongan penggalang pada hakekatnya dua upacara yaitu upacara pembukaan latihan siaga dan upacara pembukaan latihan penggalang. Melepaskan Siaga dari perindukan siaga  dan penerimaan siaga ke pasukan penggalang.Dilakukan  dalam dua bentuk upacara yaitu lingkaran adalah perindukan siaga dan angkare pada pasukan penggalang (seperti contoh di bawah).
 


                                        

















Sebelum diadakan upacara terlebih dahulu diadakan pembicaraan antara Yanda/Bunda dengan Pembina Pasukan penggalang mengenai waktu dan tempat diadakan upacara pindah golongan tersebut. Baik persiapan perindukan Siaga maupun di pasukan penggalang dalam mempersiapan upacara pembukaan latihan.
Diantara kedua bariasan tersebut diadakan batas, berupa tali,jurang, pagar hidup atau lainnya yang dikiaskan sebagai perpisahan antra usia siaga dan usia penggalang.
KEGIATAN DI PERINDUKAN
Selesai upacara pembukaan, Yanda/bunda mengumumkan pada hari ini ada Siaga yang akan dipindahkan ke golongan penggalang.
Yanda/Bunda :”ananda semuanya, hari ini ada salah satu temanmu yang usianya sudah mencapai 11 tahun, yaitu “Marni”. Oleh karena itu hari ini akan dilangsungkan upacara pindah golongan.
 Selesai pengumuman Yanda/Bunda, kemudian pak cik/bu cik mengantarkan siaga yang akan pindah golongan kepada Yanda/Bunda.
Pak cik/Bu cik :” Yanda/Bunda, kami serahkan  Marni, yang hari ini akan dipindahkan ke golongan penggalang. Dan ini catatan keseharian Marni.
Yanda/Bunda     :” Terimakasih Pak cik/Bu cik”.
Yanda/Bunda   :’’Marni kemari dekat ke Yanda/Bunda”.( Marni pun mematuhinya). Marni kamu sudah berumur 11 tahun, oleh karena itu Marni akan Yanda/ Bunda serahkan ke pasuakan Penggalang. Yanda/Bunda harapkan di pasukan penggalang nanti Marni akan lebih giat dan lebih maju lagi dari waktu kamu di perindukan Siaga. Nah! Sekarang kamu beri salam kepada temanmu  ucapkan selamat tinggal.( Marni pun memberikan salam perpisahan kepada seluruh anggota perindukan dan barungnya sendiri). Kemudiam Marni di bimbing Yanda/Bunda keluar menuju perbatasan bersama pak cik/ bu cik.

KEGIATAN DI PASUKAN PENGGALANG
Selesai Upacara pembukaan, Pratama menyiapakan Pasukan Penggalang tetap dalam bentuk Angkare. Pembina Penggalang memberitahukan, bahwa hari ini kita akan maenerima anggota baru pindahan dari siaga. Selesai memberi pengumuman,  Pembina penggalang dan pembantu Pembina penggalang menuju perbatasan. Untuk menjemput tamu dari siaga.
Yanda/Bunda  :”Kakak Pembina penggalang, hari ini kami menyerahkan Siaga yang bernama Marni sekarang sudah berusi 11 tahun. Oleh karena itu kami berharap kakak dapat meneruskan pembinaan kepada Marni agar ia menjadi pramuka penggalang yang tangguh dan berguna bagi dirinya sendiri dan masyarakat(hal-hal yang menjadi kebiasaannya, keunggulannya dll juga dapat di sampaikan oleh Pembina penggalang).
Pembina pasuakan penggalang:”Kami terima Siaga Marni hari ini karena ia sudah menginjak usia penggalang. Semoga ia akan menjadi penggalang yang rajin, terampil dan menjadi teladan bagi teman-temannya.
Selanjutnya Yanda/Bunda  memegang tangan kanan Marni  dan Pak cik/bu cik memegang tangan kiri Marni dan melopncati tali tersebut.
Yanda/Bunda:”Selamat melompati perbatasan Siaga ini anaku! Rajin – rajinlah latiahan di tempatmu yang baru.
Marni            :”Selamat tinggal teman- temanku dan terimakasih Yanda/Bunda”
Pembina penggalang dan dibantu oleh Pembantu Pembina penggalang menerimanya dan membawanya ke tengah-tengah pasukan penggalang dan diperkenalkan kepada anggota pasukan penggalang.
Inilah acara pokok pindah golongan dari Siaga ke penggalang. Dapat juga sebelum meninggalkan Perindukan diadakan pemberian kenang- kenangan atau lainya.
                                                                                                                        
              













  8.UPACARA PENYEMATAN TANDA KECAKAPAN KHUSUS
Upacara penyematan tanda kecakapan khusus dilaksanakan setelah selesai upacara pembukaan latihan

Setelah itu Pembina siaga (Yanda/bunda)boleh juga pak cik/ bu cik membertitahukan kepada anggota siaga, pada hari ini akan diadakan upacara penyematan tanda kecakapan khusus (misal tanda kecakapan berkemah, jalan kaki, memasak dan lain-lain).
Sebelum tanda kecakapan dipasang, Pembina siaga(Ynada/Bunda) memangil siaga yang mendapat tanda kecakapan khusus ke depan dan bediri di depan Yanda/ bunda.kemudian mengadakan Tanya jawab tentang syarat- syarat kecakapan khusus yang diselesaikannya.
Setelah itu pemasangan TKK( Tanda Kecakapan Khusus),TKK dipasan di baju l;engan tangan kanan. Dan kemudian dilanjutkan acara latihan sesuai program yang sudah di siapkan.


















N0
Materi pokok
Metode
        Sekenario Pelaksanaan
 Instrument yg dibutuhkan
Penjab
  1 











Upacara Pembukaan dan Penutupan latihan








Dmonstrasi, bermain peran.









- Pelaksanaan KML peserta akan mendapatkan pengalaman belajar melaksanakan upacara pembukaan dan penutupan latihan di perndukan siaga.
-Petugas dan penanggung jawab pelaksanaan upacara bergantian setiap hari.
-Dilaksanakan sesuai petunjuk/PP upacara.
-Upacara lain dapat dirangkaikan dalam upacara buka/tutup latihan
-Menerapkan upacara sebagai alat pendidikan
-Panduan tata tertip uoacara
-Bendera merah putih,latihana(cikal)
-Standard
-Teks pancasila, Dwi Darma.
-Map.





Pelatih siaga
2
Perjalanan rutin(upacara dan latihan di perindukan)








Simulasi, demontersi,
Bermain peran

-Perjalanan rutin merupakan serangkaian berbagai upacara yang harus di lakukan di perindukan siaga.
-Setiap hari peserta KML mendapat mempraktekan berbagai upacara, seperti: upacara pembukaan, upacara pentupan, pelantiakan kenaikan tingkat,dan pindah golongan.  
-Pelaksanaan upacara dipandu oleh pelatih siaga.
-Upacra dilaksanakan sesuai petunjuk/PP upacara.
-Menerapkan upacara sebagai alat pendidikan.




3
Cara menanamkan kedisiplinan Pramuka Siaga.